Oleh: thofa17 | September 25, 2008

Ada ada aja.. eh.. Ada Apa Dengan Cina

Judulnya : Network A2DC (udah habis kok ada lagi yaa…)

Satu ketika saya melakukan perjalanan ke Gunung Kawi….
Gunung itu bahasa arabnya Jabal, Kawi itu dari kata-kata Qowi (Kuwat)…
Jadi Jabal Qowi atau Gunung yang kuat..he..he..he..
begitu guru saya mengajari….
Di Gunung Kawi ini, sudahlah menjadi rahasia umum,
bahwa banyak orang-orang Indonesia yang keturunan Cina datang ke sini.
Sampai-sampai kalau orang-orang yang ada di Gunung Kawi sendiri berkata,
dari merekalah (orang-orang cina itu red-) mereka itu bisa mendapatkan penghasilan.
Ada yang jualan lilin, ada yang jualan baju, telo, dll,dll,dll
Juga menjadi rahasia umum (katanya) bahwa banyaknya orang yang datang ke GUnung Kawi,
daerah kota Malang selatan Jawa Timur itu, adalah untuk tujuan mencari pesugihan…
“Pesugihan” itu bahasa Indonesianya apa yaa ??
“Pe-kaya-an” mungkin he..he..”sugih”= kaya..jadi “Pekayaan” ya ?

Saya ingin tahu,
benarkah seperti itu di Gunung Kawi itu ?

Ketika kaki mulai kulangkahkan ke atas puncak Gunung Kawi,
kutemui sesuatu yang menarik..
Berpuluh-puluh orang tidur dibawah sebuah Pohon…
Namanya “Pohon Ndaru”…atau “Pohon Dewondaru”…
katanya…katanya kalau ada daun pohon ndaru yang jatuh (alami) dan ada orang yang mengambilnya,
maka orang itu akan dianugrahi kekayaan….
tapi jatuhnya alami lho…ndak boleh disengaja dijatuhin atau dipetik…..
(mungkin kekayaannya ya “daun pohon ndaru itu ya”….he..he..he..)

Kemudian di sana ada suatu gedung yang besar…
ternyata adalah sebuah makam,
ada silsilahnya,
yaitu makam prajurit Pangeran Diponegoro.
Terkenalnya beliau bernama `mbah Jugo`….

Kemudian sebelum kita naik kepuncak, dalam perjalanan akan kita temui beberapa tempat ibadah seperti masjid,
kemdian klenteng Budha, klenteng Kwan Im dan ada tempat khusus untuk mengambil Jiamsi…
ramalan model cina….

sekali lagi, rumor yang beredar adalah orang-orang cina yang datang ke situ adalah dalam rangka mencari Pesugihan….

weladha lah……watatitah…
ternyata setelah diselidiki, ndak begitu…
bener-bener ndak begitu..
bukannya mereka mencari pesugihan dengan cara berdoa di sana,
bukannya mereka mencari pesugihan dengan cara meminta bantuan jin di sana,
bukannya mereka mencari pesugihan melalui hal-hal yang supranatural di sana,
atau pesugihan sebab pohon dewandaru tersebut,
melainkan disana itu mereka di data,
misalnya begini,
“Cuilan seng….punya pabrik paku”
“Cuilan tai…punya pabrik kayu”
“Cuilam tong..punyai perusahaan kontraktor bangunan”

Nah…!!!!
Nah !!! itu kemudian oleh mereka dijaringkan, dihubungkan, diconnectkan…
Yang punya pabrik kayu dan paku jualannya di orang yang punya kontraktor
dan seperti itulah, yang mungkin kerja mandor dipanggil si kontraktor,
misal yang punya kerjaan mbuat mall-mall, akan manggil kontraktor yang temen mereka sendiri (sesama).
jaringan bisinis mereka berputar di mereka-mereka juga.
Dan bagi mereka, jika disatu daerah sudah ada saudara sesama cina yang memeiliki satu jenis usaha, maka yang lainnya tidak latah ikut-ikutan berusaha yang sejenis, melainkan jenis lainnya.
Misal saja,
seseorang itu sudah berusaha jualan “sate kambing” misalnya,
maka teman yang lainnya jualan kambingnya,
teman yang lainnya jualan arangnya,dll,dll.

Tidak seperti kebiasaan umumnya orang kita,
kalau yang satu buka warung sate kambing kok laris,
sudahlah…berduyun-duyun…..berduyun-duyun tetangga-tetangganya berjualan sate kambing semua…semuannnyaaaa….

Kalau ada yang sukses jualan ukir-ukiran kayu,
sebentar saja,
berduyun-duyun….tetangga-tetangganya akan berjualan ukir-ukiran kayu…

Coba perhatikan di televisi…
Dulu dangdut belum digemari,
begitu sekarang dangdut mulai digemari,
berduyun-duyun………artis-artis yang semula tidak expert di menyanyi dangdut,
sekarang berlomba jadi penyanyi dangdut…he..he..he….

Coba perhatikan iklam-iklan…
sukses dengan iklan model silat-silatan….
eh beberapa waktu kemudian berduyun-duyun iklam-iklan yang berbau silat munculll…..
sebelumnya iklan visa card kemudian diikuti Yang sabun lux-lah, yang shampo pantene lah….
he..he..he…

Tapi tidak dilakukan hal itu oleh saudara-saudara kita yang cina (keturunan),
mereka menjaga `monopoli` di daerahnya masing-masing..
Kalau mereka butuh ya datang ke sesama teman,
kalau mereka seneng ya berbagi ke sesama teman…
mereka membantu saudaranya yang lainnya,
bergotong royong,
bahu membahu,
merasa senasib sepenanggungan…
dan yang paling penting lagi,
mereka TIDAK IRIHATI dengan keberhasilan orang lain….
Mereka tidak irihati, tapi justru mereka bersemangat..bagaimana supaya mereka juga bisa berhasil seperti mereka…
he..he..he..
bagi yang biasanya ndak seneng melihat orang lain sukses,
bagi yang biasanya irihati melihat orang sukses,
jangan tersinggung yaa….. :)
tapi kalau anda tersinggung itu lebih baik….
biar dikemudian hari tidak lagi IRIHATI melihat keberhasilan orang lain….

Nabi pernah bersabda,”Sebaik-baik manusia, adalah manusia yang dapat bermanfaat/menyenangkan bagi orang lain”

bersambung……..


Beri tanggapan

Your response:

Kategori