Katakanlah namaku lenny aduhaisexy, wanita tulen..
Setiap pagi aku berangkat ke kantor,
kadang berdesakan di bus,
kadang berjejal antri melewati metal detector–
maklum banyak bom–saat masuk ke gedung perkantoran.
laki-laki bertebaran dimana-mana
layaknya laron di musim hujan
ada yang pake jas
ah…., yang lain bulu cambangnya demikian menggoda.
hm.. yang lain, memamerkan bulu2 dadanya dari celah kemeja yang sengaja kancing teratasnya tidak dipasang.
hm.. dadaku berdesir. mungkin (maaf) aku horny
eh.. disampingku berdiri lelaki dengan celana ketat..
jelas terlihat tonjolan yang begitu menggoda…
Baiklah, hai kaum pria, bila wanita memiliki hak yang sama untuk menilai,
hak yang sama untuk menentukan apa yang ‘pantas’ dan ‘tidak pantas’,
menentukan standar moralitas–
dan mohon jangan katakan aku terlahir dari tulang rusukmu,
karena aku adalah entitas yang merdeka sama seperti dirimu
maka akupun berhak meminta agar kalian kaum pria menutup aurat kalian.
Tutuplah cambang kalian yang sexy. tutuplah jari2 tangan kalian, jari2 yang membuat aku terkadang merinding membayangkan bila disentuh olehnya. tutuplah bibir kalian dengan kain atau apapun, karena aku seringkali membayangkan kenikmatan bila saja bibir itu menjelajahi tubuhku.
Pria, jangan kau timpakan rusaknya dunia pada wanita, hanya karena sejarah–masa lalu, dan pemikiran orang2 dimasa lalu–yang memberikan ruang terlalu banyak pada kaum pria untuk menentukan dan mendiktekan apa yang ‘pantas’ dan ‘tidak pantas’.
saatnya alur pemikiran kita ditentukan berdasarkan kesejajaran, kesetaraan–karena, sekali lagi, aku tercipta dari zat yang sama dengan dirimu, bukan dari tulang rusukmu.
maukah kau juga menutup tubuhmu, sebagaimana kau meminta aku melakukannya untukmu
Yang menentukan standar apa yang pantas dan tidak pantas bukanlah wanita atau prianya, Tapi yang menciptakan wanita dan pria….
Salam dari simbah, dari rumah baru…
Oleh: +D4 (mbah dipo) on Juli 28, 2008
at 4:01 am